Tissa Biani dan Langkah Berani, EP Apakah Kita sebagai Gerbang Baru di Dunia Musik

SUARAJIWAMUSIC. Dalam dunia hiburan, nama Tissa Biani sudah tidak asing lagi. Selama ini, publik mengenalnya sebagai seorang aktris berbakat yang berhasil memikat hati penonton lewat berbagai peran di layar kaca maupun layar lebar. Namun, pada pertengahan Agustus 2025, Tissa menunjukkan sisi lain dari dirinya, seorang musisi yang berani keluar dari zona nyaman dengan merilis EP (Extended Play) perdana berjudul Apakah Kita.

Karya ini bukan hanya sekadar proyek musik biasa. Bagi Tissa, mini album tersebut adalah simbol keberanian sekaligus wujud nyata dari mimpi yang selama ini dipendam. Dalam peluncurannya di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Agustus 2025, Tissa dengan penuh antusias berbagi cerita tentang proses kreatifnya, inspirasi yang ia dapatkan, hingga tantangan yang harus ia hadapi ketika berpindah dari dunia akting ke ranah musik.

Dari Layar Lebar ke Studio Musik

Beralih dari akting ke musik tentu bukan hal yang mudah. Tissa mengakui bahwa dirinya sempat tidak terpikir untuk benar-benar menekuni dunia tarik suara. Namun, kesempatan datang ketika ia diajak untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi bermusiknya.

“Kalau ditanya bagaimana rasanya, saya excited banget, super excited malah. Ini pertama kali saya merilis EP, dan sebelumnya tidak pernah terpikir akan sampai ke tahap ini,” ujar Tissa dalam konferensi pers.

Pernyataan itu menggambarkan perasaan campur aduk, gugup sekaligus bahagia, namun juga penuh rasa syukur.

Isi EP Apakah Kita

Mini album ini terdiri dari empat lagu, masing-masing dengan warna cerita yang berbeda namun tetap memiliki benang merah: pertanyaan dalam hubungan manusia. Judul-judul lagunya pun dirancang sebagai bentuk refleksi:

  • Apakah Kita Hanya Bercanda
  • Pernah Sangat Bahagia
  • Tak Lagi Ragu
  • Gelora Asmara (remake)

Tiga lagu pertama adalah karya baru yang menghadirkan nuansa pop dengan sentuhan emosional. Sementara Gelora Asmara menghadirkan rasa nostalgia karena merupakan lagu populer dari sinetron Kepompong yang dulu sempat melejit.

Menurut Tissa, pilihan tema pertanyaan bukan tanpa alasan. “Kenapa judulnya Apakah Kita? Karena menurut saya, lagu-lagu di EP ini mewakili pertanyaan yang sering muncul dalam sebuah hubungan. Ada rasa ragu, ada kebahagiaan, ada juga ketidakpastian,” jelasnya.

Kolaborasi dan Proses Kreatif

EP ini tidak lahir begitu saja. Di baliknya ada proses panjang dan kolaborasi dengan orang-orang yang tepat. Salah satunya adalah Evan, yang menjadi produser sekaligus kolaborator penting dalam penyusunan aransemen musik.

Tissa mengungkapkan bahwa keterlibatan Evan sangat membantu dirinya menemukan arah musik yang sesuai dengan karakter vokalnya. Melalui diskusi intens, pencarian nada, hingga eksperimen aransemen, keduanya berhasil menghasilkan komposisi yang segar namun tetap mudah dinikmati.

Dukungan dan Apresiasi

Peluncuran Apakah Kita juga mendapatkan sambutan positif dari rekan-rekan sesama musisi. Salah satunya adalah Derby Romero, yang memberikan pujian khusus untuk versi terbaru Gelora Asmara. Menurut Derby, Tissa berhasil membawakan lagu itu dengan nuansa retro klasik, namun tetap terasa manis, romantis, bahkan genit dengan cara yang sederhana.

Apresiasi tersebut menjadi energi tambahan bagi Tissa, yang masih tergolong pendatang baru di industri musik.

Tantangan dan Perubahan Perspektif

Menariknya, perjalanan Tissa tidak selalu mulus. Dwi Santoso, A&R dari label Trinity Optima Production, mengaku sempat meragukan langkah Tissa. Baginya, sulit membayangkan seorang aktris yang terbiasa berakting mampu menghasilkan karya musik yang orisinal. Namun, keraguan itu runtuh ketika ia menyaksikan langsung bagaimana Tissa berproses dalam sesi songwriting.

“Chord-nya unik, melodinya juga segar. Saya justru jadi yakin kalau Tissa punya potensi besar di musik,” ungkap Dwi.

Sejak saat itu, Dwi memberikan kebebasan lebih kepada Tissa untuk bereksperimen dengan musiknya, termasuk dalam menentukan arah artistik EP ini.

Keluar dari Zona Nyaman

Bagi Tissa, merilis EP ini bukan hanya sekadar proyek karier, melainkan juga bukti bahwa ia mampu menantang dirinya sendiri. “Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah mendukung saya. Harapannya, karya ini bisa sampai ke pendengar baru dan diterima dengan baik,” tuturnya.

Langkah keluar dari zona nyaman ini patut diapresiasi. Ia tidak sekadar menempelkan label “penyanyi” pada dirinya, melainkan benar-benar bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia serius dalam bermusik.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan dirilisnya Apakah Kita, Tissa membuka bab baru dalam perjalanan seninya. Ia tidak hanya ingin dikenal sebagai aktris, tetapi juga musisi yang mampu menyampaikan cerita lewat lagu.

Ia berharap mini album ini bisa menjadi jembatan menuju karya-karya yang lebih besar di masa depan. “Semoga EP ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi awal dari perjalanan panjang saya di dunia musik,” kata Tissa optimis.

Penutup

Perilisan EP Apakah Kita membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba hal baru bisa membawa seseorang pada pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Tissa Biani berhasil memperlihatkan sisi lain dari dirinya, seorang musisi yang tulus, berani, dan siap berkarya lebih jauh.

Melalui empat lagu yang penuh makna, Tissa mengajak pendengar untuk merenung, bertanya, sekaligus merayakan dinamika hubungan manusia. Dan yang paling penting, ia menunjukkan bahwa seni tidak mengenal batas selama ada niat, kerja keras, dan keberanian, setiap orang bisa menciptakan karya yang menginspirasi.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai