
SUARAJIWAMUSIC. Di tengah lalu lalang lagu viral yang kerap datang dan pergi, ada satu judul yang terus menancap kuat di hati pendengar Indonesia “Nina”. Lagu milik grup musik alternatif. Feast ini kembali merebut posisi teratas di Top 50 Spotify Indonesia, membuktikan bahwa musik dengan jiwa tak akan pernah tenggelam oleh tren sesaat.
Kembalinya “Nina” ke puncak tangga lagu bukan hanya soal angka streaming, tapi juga soal resonansi emosional yang tak lekang oleh waktu.
Kisah di Balik “Nina” Surat Cinta Seorang Ayah
“Nina” bukan lagu biasa. Ditulis oleh Adnan Satyanugraha, lagu ini lahir dari sudut pandang seorang ayah yang menuliskan isi hatinya untuk sang anak perempuan. Tiap bait terasa personal, hangat, dan menyayat menyampaikan harapan, ketakutan, sekaligus cinta yang tak bersyarat.
Dalam aransemen yang tenang dan lembut, Feast yang biasanya dikenal dengan musik keras dan penuh kritik sosial membuka sisi yang lebih lirih dan reflektif. Bekerja sama dengan musisi asal Surabaya, Vega Antares, mereka berhasil menciptakan nuansa baru yang tetap terasa khas, namun menyentuh di tempat berbeda.
Dari Rilisan Hingga Rekor
Dirilis pada 5 Juli 2024, “Nina” merupakan bagian dari album ketiga .Feast yang berjudul “Membangun & Menghancurkan”. Meski baru, lagu ini sudah menyentuh pencapaian yang luar biasa:
- Total streaming menembus 153 juta kali di Spotify.
- Sempat menembus posisi #1 di Daily Top Songs Indonesia.
- Kembali menggeser lagu-lagu viral lain seperti “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” dan “Aku Dah Lupa”.
Tidak hanya itu, albumnyapun sukses besar menduduki Top 3 Album Mingguan Spotify Indonesia, sementara .Feast sendiri duduk manis di peringkat ke-8 artis terpopuler mingguan.
Kemenangan Musik yang Tulus
Keberhasilan “Nina” bukan semata karena promosi besar-besaran atau tren TikTok. Ia hadir dengan sederhana, membawa lirik dan melodi yang tulus. Lagu ini menyentuh karena bisa jadi cermin bagi siapapun baik ayah, anak, atau mereka yang pernah ditinggal namun masih menggenggam kenangan.
Di era di mana musik cepat viral namun cepat pula dilupakan, “Nina” membuktikan bahwa lagu yang jujur selalu punya tempat abadi di hati pendengar.
.Feast dan Hindia Duet Dominasi Tangga Lagu
Menariknya, kesuksesan “Nina” beriringan dengan dominasi proyek solo dari Baskara Putra, yaitu Hindia. Sejak Maret 2025, Hindia konsisten berada di puncak daftar artis harian dan mingguan Spotify Indonesia. Kini, Baskara dan .Feast kembali berdampingan, mencatat rekor bersama lewat lagu-lagu yang menggugah.
Keduanya menunjukkan bahwa musik lokal tak hanya mampu bersaing secara kualitas, tapi juga memimpin selera pendengar digital.
Ketika Lagu Menjadi Pelukan
“Nina” bukan hanya lagu, namun ia adalah pelukan dari jarak jauh. Ia bicara tanpa berteriak, menyentuh tanpa menyentuh. Kembalinya lagu ini ke puncak bukan semata soal statistik, melainkan bukti bahwa musik yang membawa perasaan akan terus didengarkan, bahkan saat dunia berganti tren.
Jika kamu belum pernah mendengarkannya mungkin sekarang saatnya. Dengarkan dalam keheningan, dan biarkan kata-katanya berbicara langsung kedalam hatimu.