Bayangkan pagi yang tenang, kopi yang baru diseduh, dan playlist nostalgia yang menemani. Tapi begitu lagu “Nuansa Bening” versi Vidi Aldiano hendak diputar, yang muncul justru notifikasi “Track not available.” Lho, kemana perginya lagu favorit itu?
Lagu yang sejak 2008 menjadi pembuka karier Vidi dibelantika musik Indonesia, kini tiba-tiba lenyap dari Spotify, tanpa penjelasan resmi. Tak sedikit pendengar yang mengaku kebingungan dan menyayangkan absennya lagu yang begitu ikonik dalam versi Vidi tersebut.

Vidi Turun Bicara
Lewat unggahan video di media sosial pribadinya, Vidi Aldiano menyuarakan kegelisahannya. Ia sendiri mengaku terkejut ketika mengetahui lagunya menghilang dari platform digital. Tak ada peringatan sebelumnya, dan iapun belum mendapat penjelasan resmi dari pihak terkait.
“Bingung sih, kok bisa hilang? Aku juga belum tahu kenapa,” ucap Vidi dalam videonya, tampak berusaha tetap tenang walau sedikit gusar.
Apakah Soal Hak Cipta?
Belum ada klarifikasi dari label atau distribusi digital terkait alasan penghapusan ini. Namun publik menduga hal ini kemungkinan berkaitan dengan isu hak cipta atau lisensi, terutama karena lagu ini sejatinya diciptakan dan pertama kali dipopulerkan oleh musisi legendaris Keenan Nasution.
Menariknya, versi asli Keenan tetap tersedia di Spotify, sementara versi cover Vidi yang justru ramai diputar generasi 2000-an menghilang begitu saja. Sebuah ironi di tengah arus musik digital yang semakin deras dan kompleks aturannya.
Lagu yang Tak Pernah Usang
“Nuansa Bening” adalah salah satu karya musik Indonesia yang menembus batas waktu. Diciptakan oleh Keenan Nasution dan diperkenalkan diera 1980-an, lagu ini dikenal dengan aransemen jazzy nan lembut, berpadu lirik yang mendalam. Ketika Vidi membawakannya kembali dengan aransemen modern dan vokal khasnya, banyak yang jatuh cinta kembali pada lagu ini.
Versi Vidi bukan sekadar cover ia menjadi jembatan yang mempertemukan dua generasi dalam satu lagu yang sama-sama menghangatkan hati.
Musik Perlu Ruang, Bukan Diam
Kehilangan lagu seperti ini di platform digital bukan sekadar soal teknis. Ini juga tentang hilangnya bagian dari sejarah pribadi banyak pendengar. Lagu yang dulu menemani masa putih abu-abu, patah hati pertama, atau perjalanan pulang di malam hujan.
Semoga dalam waktu dekat, kita bisa mendengar lagi suara Vidi menyanyikan “Nuansa Bening” dengan semua nuansa yang tak pernah pudar.
Tinggalkan komentar